Pentingnya Popularitas untuk Masuk Radar Survey

Pontianak - Tahapan pemilu 2024 telah di mulai, Partai Politik yang akan bertarung pada pemilu nanti pun telah mempersiapkan diri termasuk telah mulai membuka pendaftaran Bakal Calegnya.

Mendaftar sebagai bacaleg disalah satu parpol tidak serta merta membuat anda masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) apalagi Daftar Calon Tetap (DCT).

Berdasarkan pengalaman kami, parpol biasanya mengutamakan pengurus dan kader partainya terlebih dahulu untuk didaftarkan dalam DCS, baru kemudian, jika kuota Bacaleg dirasa kurang, akan dipilih dari Masyarakat yang mendaftar.

metode pemilihan Caleg yang akan didaftarkan dimasing-masing parpol pasti berbeda-beda dengan melihat kriteria-kriteria yang di tentukan sebelumnya. Dan Bisanya Parpol-parpol menggunakan lembaga survey external maupun internal dalam menjaring dan menyaring mana saja Bacaleg-Bacaleg yang layak mereka daftarkan.

Meskipun berbeda beda metode, hampir semua parpol memperhatikan dan menimbang Indikator Populeritas dan Elektabilitas dari seorang kandidat Bacaleg.

Bagi Bacaleg yang pernah ikut Pemilu sebelumnya, gagal maupun berhasil, elektabilitas dapat di ukur dengan melihat data perolehan suaranya. Namun bagi Bacaleg baru yang belum pernah ikut Pemilu, Populeritas menjadi faktor penting jika ingin di lirik dan didaftarkan menjadi Caleg.

Populeritas merupakan salah satu faktor kunci menaikkan Elektabilitas. Meskipun dalam beberapa kasus, Populeritas tidak berbanding lurus dengan elektabilitas.

Untuk meningkatkan Populeritas, kami di SRIKUJAM SYNDICATE memiliki metode PERSONAL BRANDING dan DIGITASI POLITICAL MARKETING.

Personal branding adalah proses pembentukan presepsi masyarakat publik terhadap aspek yang dimiliki seseorang kandidat Bacaleg. Aspek ini meliputi kepribadian, kemampuan, nilai, serta presepsi positif yang ditimbulkan atau ada dalam dari individu. Dengan tujuan untuk menunjukkan Anda apa adanya. Sebab Anda membangun branding diri sendiri, bukan orang lain. Anda tidak bisa membuat kepribadian palsu yang sebenarnya sama sekali bukan Anda. Personal Branding membantu seseorang Bacaleg menjadi otentik, sehingga lebih mudah dalam melakukan strategi kampanye.

Sedangkan Digitasi Political Marketing merupakan strategi kampanye dengan menggunakan teknologi digital, perangkat elektronik, Internet untuk menjangkau pemilih dan konstituen. Metode ini dirasa lebih murah dari metode marketing konvensional. Dimana hampir rata-rata masyarakat bahkan sampai kepelosok kampung sudah memiliki perangkat elektronik dan internet.

Kami yakin, dengan kombinasi Personal Branding dan Digitasi Political Marketing, serta di tunjang dengan pengalaman dan pengetahuan kami, populeritas anda sebagai kandidat Bacaleg akan masuk dalam Radar Survey Partai Politik yang anda harapkan.

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.